Ajal dan Rezeki Yang Tertunda
Ajal dan Rezeki Yang Tertunda Sekar menangis dengan sangat kerasnya, dengan sekuat tenaga dirinya meronta untuk dapat melepaskan belitan ular yang semakin lama semakin erat mengikat. Tidak ada yang bisa dilakukan kecuali hanya meronta dan berteriak sekuat tenaga. Sepertinya belitan ular mencoba untuk meremukan tulang-tulang gadis kecil yang dibelitnya sebelum menelannya bulat-bulat. Setiap gadis kecil itu meronta, maka akan ada kesempatan untuk membelit dengan lebih erat. Tetapi ketika diam, ular pun diam seakan tak kuasa mengeratkan belitan. Kini sekar pun sadar, tak ada gunanya meronta yang hanya akan menambah kuat belitan ular. Dalam kondisi kritis dirinya harus bisa berpikir jernih. Melakukan suatu yang memungkinkan untuk bisa lepas dari jeratan. Sekar diam, ularpun jadi terdiam. Ular seakan juga tahu apa yang sedang dipikirkan oleh calon mangsanya yang sekarang berada dalam belitannya. Bergegas menelan maka ada kemungkinan gadis kecil itu mempunyai kesempatan...