Ajal dan Rezeki Yang Tertunda


Ajal dan Rezeki Yang Tertunda


Sekar menangis dengan sangat kerasnya, dengan sekuat tenaga dirinya meronta untuk dapat melepaskan belitan ular yang semakin lama semakin erat mengikat. Tidak ada yang bisa dilakukan kecuali hanya meronta dan berteriak sekuat tenaga.

Sepertinya belitan ular mencoba untuk meremukan tulang-tulang gadis kecil yang dibelitnya sebelum menelannya bulat-bulat.

Setiap gadis kecil itu meronta, maka akan ada kesempatan untuk membelit dengan lebih erat. Tetapi ketika diam, ular pun diam seakan tak kuasa mengeratkan belitan.

Kini sekar pun sadar, tak ada gunanya meronta yang hanya akan menambah kuat belitan ular. Dalam kondisi kritis dirinya harus bisa berpikir jernih. Melakukan suatu yang memungkinkan untuk bisa lepas dari jeratan.

Sekar diam, ularpun jadi terdiam. Ular seakan juga tahu apa yang sedang dipikirkan oleh calon mangsanya yang sekarang berada dalam belitannya. Bergegas menelan maka ada kemungkinan gadis kecil itu mempunyai kesempatan untuk dapat meloloskan diri karena sepertinya tenaganya masih kuat dan belum ada tulang yag patah. Menununggu sepertinya juga akan memakan waktu yang lama karena sang ular kondisinya sudah lemah akibat luka yang dideritanya ketika bertarung dengan anjing milik Sekar yang akhirnya lari entah kemana.

Sekar memutar otak, apa harus dilakukan. Tubuhnya kini terkunci belitan ular raksasa walau satu tangannya berhasil bebas tidak terbelit. Tangan inilah yang berhasil menghalangi sang ular untuk segera mematuk kepala dan menelannya bulat-bulat.

Di tangan Sekar tergenggam sepotong ranting. Ranting itu pulalah yang menghalangi ular mematuk dan ranting yang dipegangnya bahkan berhasil melukai satu mata ular.

Kondisi diam sudah berlangsung selama beberapa saat. Sekar merasa waktu berjalan begitu lambatnya karena dadanya mulai sesak akibat lilitan yang sudah terlanjur erat.

Tiba-tiba sayup terdengar suara orang dan gonggongan anjing datang mendekat. Sekar merasa lega karena dia sangat hafal sekali bahwa itu adalah gonggongan anjingnya yang ternyata meminta bantuan. Suara gonggongan dan gemuruh semakin kuat terdengar. Sekar semakin lega karena pertolongan akan segera tiba.

Ular seakan juga ikut mendengar gonggongan anjing yang tadi bertarung dengannya. Suara itu ditambah dengan gemuruh jejak langkah manusia yang menuju ke arahnya.

Walaupun binatang, ular juga mempunyai insting untuk bertahan. Dia tidak ingin mati konyol ketika orang-orang akan datang menyelamatkan mangsa yang sudah digenggamnya.

Ular akhirnya menyerah, dilepaskannya gadis yang sudah ada dalam genggamanya demi menyelamatkan nyawanya. Dia tidak sadar bahwa gadis yang dibelitnya sebenarnya sudah pingsan di saat-saat terakhir.

Segera ular berjalan menjauh dan menyelinap dibalik semak dedaunan meninggalkan mangsa yang lepas walau sudah ditangan.

Masyarakat akhirnya menemukan sekar yang sedang pingsan tanpa mememukan ular yang hendak memakannya.

Hikmah


Hikmah dari cerita diatas adalah bahwasanya rezeki sebenarnya adalah sesuatu yang ghaib. Belum menjadi rezeki kita walau sudah ada di depan mata. Dalam contoh kasus ini, ular ternyata tidak mampu memakan mangsa yang sudah ada dalam genggamanya. Selalu ada saja halangan ketika ular tersebut hendak mengeksekusi makanan. Terkadang halangan bisa berasal dari hal yang sepele, dalam cerita diatas contohnya adalah ranting yang dipegang Sekar.

Hikmah lainnya adalah bahwasanya ajal itu ada di tangan pemilik alam, Allah SWT. Secara teoritis, Sekar akan sangat mudah untuk segera dieksekusi oleh ular sehingga ajal akan segera datang. Tapi Allah belum berkehendak dengan masih memberi kekuatan fisik serta fikiran jernih sehingga masih mempunyai waktu untuk bisa bertahan hidup.

Sebaliknya ular pun tentunya akan mempunyai nasib yang sama apabila bertemu dengan manusia karena hampir bisa dipastikan akan dipukul sampai mati karena berani membelit anak manusia. Dengan instingnya ularpun lari, dan itu juga yang menyelamatkan nyawanya.

Ular tak akan mungkin kelaparan karena akan mendapatkan rezeki lainnya yang mungkin lebih kecil ataupun bahkan lebih besar. Allah akan memberi rezeki kepada semua makhluknya dengan tanpa kecuali.


Komentar